Sepotong Refleksi dari Lampu Lalu Lintas
Kamu pernah melihat lampu lalu lintas? Ada lampu merah, lampu kuning, dan lampu hijau yang menyala bergiliran di sana.
Saat lampu merah menyala, semua orang akan berhenti berjalan. Saat lampu hijau menyala, semua orang akan berjalan melaju secepatnya. Saat lampu kuning menyala, semua orang akan bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.
Lalu, kamu tahu kenapa aturan itu dibuat? Dan kenapa orang-orang harus mematuhinya? Ya, aturan tersebut dibuat dan dipatuhi agar semua orang selamat.
Tapi pernahkah kamu melihat, saat lampu merah ada orang yang tetap ingin melaju kencang? Atau saat lampu hijau, dia malah tetap berhenti di tempatnya dan tidak berjalan sehingga malah membuat kemacetan yang tidak diinginkan? Terlihat bodoh, bukan? Tentu perbuatan seperti itu akan memicu terjadinya hal-hal buruk, entah itu kecelakaan atau keributan orang-orang di sekitarnya. Yah, begitulah sikap orang-orang yang bodoh, yang tidak mau selamat, yang tidak mau disayang. Padahal aturan itu dibuat supaya mereka selamat, supaya tidak terjadi hal-hal yang buruk.
Sama seperti halnya lampu lalu lintas, hidup kita pun seperti itu. Aturan-aturan yang Allah buat dalam hidup itu karena Allah sayang kepada kita, karena Allah ingin kita selamat di dunia dan akhirat. Masalahnya, terkadang kita merasa aturan itu mengganggu kita sehingga kita tidak bisa bebas. Kita inginnya hidup semau kita, karena kan hidup ya hidup kita, yaudah suka-suka kita aja. Padahal, kita hidup di bumi Allah. Tentu saja ada aturannya jika kamu hidup di sini.
Sama seperti berjalan atau berkendara di jalanan. Ngapain pake diatur-atur segala. Kendaraan ya kendaraan kita. Suka-suka kita kendaraan itu mau jalan atau nggak, mau lawan arus atau nggak, mau diarahin ke kiri apa ke kanan. Padahal, jalanan yang kita lalui itu bukan milik kita sendiri, tapi milik bersama, milik negara ini. Tentu saja ada aturannya jika kita ingin berjalan di sini. Begitu bukan?
Oleh karena itu, perhatikan baik-baik setiap pilihan hidupmu; kewajiban, halal, haram, sunnah, makruh, mubah. Mana yang harus kita jalani, mana yang tidak boleh kita jalani, dan mana yang harus kita jalani dengan hati-hati. Perhatikan semua itu dengan baik. Patuhi aturan-aturan itu. Jangan berjalan semaumu. Jangan pernah berjalan seenaknya jika kamu ingin selamat. Lampu merah ya berhenti, lampu kuning ya berhati-hati, lampu hijau ya jalan!
Kalau kamu tetap berjalan semaumu, ya terima risiko, jangan salahkan siapapun kecuali dirimu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan mau jadi orang bodoh yang sudah tahu aturan tapi tetap melanggar. Itu hanya akan mencelakakan dirimu sendiri bahkan berpotensi juga mencelakakan orang-orang di sekitarmu. Naudzubillah..
Kalau memang di sekitarmu ada orang yang belum tahu aturannya, maka segeralah untuk diberitahu. Kalau sudah tahu aturannya, maka berusahalah untuk mematuhinya.
Mari perbaiki kembali cara berkendara kita. Mari kita bersihkan kembali kaca helm dan kaca mobil kita dari debu-debu kotor yang menghalangi pandangan kita dalam perjalanan ini. Mari duduk dengan tegak, tajamkan kembali mata kita agar bisa melihat aturan di depan kita dengan jelas. Semoga kita semua selamat sampai tujuan.

Komentar
Posting Komentar