Postingan

Sepotong Refleksi dari Lampu Lalu Lintas

Gambar
Kamu pernah melihat lampu lalu lintas? Ada lampu merah, lampu kuning, dan lampu hijau yang menyala bergiliran di sana. Saat lampu merah menyala, semua orang akan berhenti berjalan. Saat lampu hijau menyala, semua orang akan berjalan melaju secepatnya. Saat lampu kuning menyala, semua orang akan bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati.  Lalu, kamu tahu kenapa aturan itu dibuat? Dan kenapa orang-orang harus mematuhinya? Ya, aturan tersebut dibuat dan dipatuhi agar semua orang selamat.  Tapi pernahkah kamu melihat, saat lampu merah ada orang yang tetap ingin melaju kencang? Atau saat lampu hijau, dia malah tetap berhenti di tempatnya dan tidak berjalan sehingga malah membuat kemacetan yang tidak diinginkan? Terlihat bodoh, bukan? Tentu perbuatan seperti itu akan memicu terjadinya hal-hal buruk, entah itu kecelakaan atau keributan orang-orang di sekitarnya. Yah, begitulah sikap orang-orang yang bodoh, yang tidak mau selamat, yang tidak mau disayang. Padahal aturan itu dibuat su...

Seperti Kapal yang Tahan Badai

Banyak orang mengira bahwa ujian dari Allah selalu berbentuk musibah. Orang yang tak pernah mendapat musibah berarti tak pernah mendapat ujian dari Allah. Padahal, ujian dari Allah tak selamanya berbentuk hal yang tak kita sukai, tapi bisa juga berupa kenikmatan dan kemudahan yang kita sukai.  Ada kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, tapi tidak Ia berikan pada yang lain. Hal ini untuk menguji seberapa besarkah rasa syukur kita?  Ada juga kesulitan/musibah yang Allah berikan kepada kita dan tidak Ia berikan pada yang lain. Hal ini untuk menguji kita seberapa besarkah rasa sabar kita?  Keduanya adalah ujian. Tapi ini semua bukan tentang "seberapa berat/banyak ujian kita," karena Allah pasti sudah menakar ujian sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, tapi ini adalah tentang "seberapa sukses kita menjalani ujian kita." Lalu bagaimana caranya agar sukses menjalani ujian? Kuatkan iman. Sabar dan syukur.  Mau sekecil atau seringan apapun ujian, kalau iman kita le...

Gapapa.

Gapapa dicuekin sama manusia, daripada dicuekin sama Allah.  Gapapa ngga dianggap sama manusia, yang penting harus berusaha agar dianggap oleh Allah.  Gapapa dibenci sama manusia, yang penting harus berusaha agar tidak dibenci oleh Allah.  Gapapa merasa sakit di dunia, daripada harus merasakan sakit di akhirat.  Gapapa capek di dunia, biar nanti istirahatnya di akhirat aja. Di Surga.  Gapapa lelah berjuang di dunia, asalkan untuk Allah. Biar nanti hanya Allah saja yang membalas.  Gapapa di dunia merasa senengnya cuman sebentar, nanti di akhirat bisa seneng selama-lamanya, abadi.  Gapapa. Dunia cuman sementara, tapi akhirat selamanya.  Gapapa, karena Allah selalu ada buat kamu.  وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku me...

Mengapa Dunia Tidak Adil?

"Rabb, mengapa Kau menjadikan dunia sesakit ini? Mengapa dunia yang Kau ciptakan terlihat tidak adil di mataku? Mengapa dunia seakan tidak pernah berpihak padaku, padahal aku telah mengusahakan semuanya dengan sebaik-baiknya? Mengapa, Ya Rabb?" ~~~ Wahai diri, bukankah kamu telah menyaksikan sendiri bahwa dunia ini tidak adil di matamu? Bukankah kamu telah menyadari bahwa dunia memang sesakit dan sesulit ini? Kamu tahu kenapa?? Karena dunia memang bukan tempat yang nyaman. Karena dunia memang bukan tempat untuk kita tinggali selamanya.  Sadarkah kau? Allah tak ingin membuatmu nyaman dengan dunia sehingga menyebabkanmu melupakan akhirat yang kekal. Allah ingin kamu tahu bahwa dunia ini bukanlah tempat yang abadi. Allah sengaja membuatmu tidak nyaman dengan dunia, karena Allah ingin kamu tahu bahwa hanya Surga-Nya lah tempat yang terindah untuk kamu tinggali.  Tolong, jangan pernah merasa terlalu nyaman dengan dunia ini. Sungguh, dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. S...

Kamu Orang Hebat

Kamu orang hebat. Bukan terlihat dari seberapa tinggi derajatmu di mata manusia. Tapi terlihat dari seberapa banyak manfaat yang kamu berikan kepada manusia.  Allah yang memuliakanmu, meninggikan derajatmu. Allah, bukan manusia. Kamu telah dekat dengan Allah Sang Maha Mulia, maka Allah pun akan memuliakanmu di dunia dan juga kelak di akhirat. Kamu menjadi manusia yang menebarkan manfaat, menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi banyak orang.  Dan menurutku.. Orang hebat itu bukan mereka yang hanya sekedar sukses, pintar, kaya, lalu menikmati semua kesenangannya itu sendiri. Tapi orang hebat adalah mereka yang sukses, pintar, kaya, lalu mereka berbagi harta, ilmu, dan pengalaman yang mereka punya itu untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain.  Ya. Karena orang hebat itu bukan mereka yang berada di puncak. Tapi orang hebat adalah mereka yang menginspirasi dan mengajak orang lain untuk bersama-sama naik ke puncak.  Dan kamulah orang hebat itu! Yang telah menginspi...

Merasa Tak Berguna

Pernah nggak sih ngerasa, kalau kamu tidak jadi apa-apa? Ngerasa kayak, kamu manusia paling gak berguna di dunia ini, kamu nggak ada peran di dunia ini, kamu nggak dianggap. Hidup nggak berguna. Kayak, hidup tapi nggak hidup. Mending gak usah ada di dunia ini daripada udah di sini tapi gak berguna apa-apa. Gitu gak sih?  Dear, kawan. Aku juga pernah merasakan itu. Tapi, mari sama-sama kita lihat firman Allah berikut ini, وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main." (QS. Al-Anbiya: 16) Dear, kawan. Percayalah, semua yang Allah ciptakan pasti ada manfaatnya, pasti ada hikmahnya. Apakah kamu tidak tahu? Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu di dunia ini tanpa ada manfaatnya. Allah telah menciptakanmu dengan sebaik-baiknya. Allah telah menciptakanmu dari setetes mani, lalu melalui proses panjang untuk menjadikanmu seorang bayi yang terlahir ke dunia,...

Refleksi Kehidupan

Gambar
Mengapa semua terjadi begitu cepat?  Maka bukankah kehidupan dunia ini juga berjalan begitu singkat?  Tak ada apa-apanya dibandingkan abadinya kehidupan akhirat.  Lalu, untuk apakah sejatinya kita hidup di dunia ini? Untuk bersenang-senang kah? Untuk mengejar semua materi duniawi kah?  Tidak. Sejatinya kita hidup di dunia ini adalah untuk berlelah-lelah, bukan bersenang-senang.  Sejatinya kita di dunia ini diciptakan untuk beribadah, bukan untuk mengejar dunia yang tak ada habisnya.  Apalah arti dunia dan seisinya, jika dibandingkan dengan dua rakaat sebelum subuh. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad ﷺ, رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya. ” (HR. Muslim no. 725). Sungguh, dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Sungguh, dunia hanyalah tempat yang sementara.  Sungguh, kita tidak akan mampu mengejar dunia tanpa mengejar akhirat lebih...