Postingan

Hindari Plagiarisme!

Tahukah kamu apa itu plagiarisme? Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan hasil karya orang lain dan menjadikannya seolah-olah hasil karya kita sendiri. Hal ini tentu tidak baik untuk dilakukan, karena hal ini termasuk perbuatan yang dzalim/merugikan hak orang lain.  Kenapa sih kita harus menghindari plagiarisme? Karena ketika kita melakukan plagiarisme terhadap suatu karya, itu sama saja kita tidak menghargai orang yang membuat karya tersebut. Melakukan plagiarisme juga berarti kita tidak jujur, kita berbohong, karena karya orang lain kita akui sebagai karya milik kita. Hal ini tentu merugikan orang tersebut dan membuat ia tidak suka pada kita. Kita sendiri tidak suka kan jika ada orang lain yang melakukan plagiarisme terhadap karya kita?  Jadi, tolong jangan melakukan plagiarisme ya. Teruslah belajar agar karyamu menjadi lebih baik. Ingat, Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Hargailah karya orang lain jika ingin karyamu dihargai :) ~ Literasi IMK Jakarta, 1...

Tentang Plot Twist

Kamu pernah nggak membaca sebuah cerita, lalu kamu dibuat terkejut oleh jalan ceritanya? Alur cerita itu tidak bisa dipikirkan dan ditebak oleh benakmu. Kemudian cerita itu membuatmu tersadar pada akhirnya, "Oh ternyata begini. Oh ternyata begitu. Oh, ya ya ya... Jadi begitu toh, kukira begini."  Ya, itulah yang dimaksud dengan plot twist. Plot twist adalah alur cerita yang mengejutkan pembaca. Plot twist adalah alur cerita yang tidak pernah tertebak dan terpikirkan oleh pembaca.  Itulah plot twist. Dia membuat kejutan-kejutan dalam sebuah cerita. Dia membuat pembaca terheran-heran ketika membaca sebuah cerita. Dia membuat pembaca terus penasaran pada akhir dari sebuah cerita. Dia membuat pembaca terkejut atas apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah cerita. Biasanya plot twist populer digunakan dalam cerpen/novel berupa cerita misteri, detektif, flashback, dan lain-lainnya.  Plot twist yang baik biasanya akan memaksa pembaca untuk memikirkannya terus menerus. Jadi, kamu ...

Sederhana, tapi Bermakna

Langkah demi langkah kutapaki di tempat ini. Tempat yang menjadi saksi perjuangan belajarku bersama teman-temanku. Tempat yang khas dengan dinding putih orennya. Ada berbagai ruangan. Ada berbagai manusia. Ada berbagai pekerjaan yang dilakukan. Ada berbagai suasana yang berbeda di setiap tempat yang kulangkahi.  Aku melangkah. Kulihat ada beberapa temanku yang sedang duduk-duduk sambil berbincang ringan bersama teman lainnya. Iya, kami memang selalu bersama-sama dalam setiap hal. Karena bagi kami, bersama itu indah. Aku pun merasa bahagia bersama teman-temanku. Meski kadang ada aja yang nyebelin, tapi aku tetap bahagia bersama mereka. Dari teman-temanku, aku menjadi mengerti tentang indahnya kebersamaan.. bahwa ternyata semua hal akan terasa indah jika dilakukan bersama-sama.  Aku lalu melangkah lebih jauh lagi. Kulihat ada beberapa guru yang sedari tadi sedang rapat, membicarakan hal-hal sebagai upaya untuk memberikan yang terbaik bagi para muridnya. Kulihat para guru itu, ad...

Ilmu dan Amal

Gambar
Sebagai seorang muslim, kita pasti sangat ingin melakukan amalan-amalan terbaik untuk mendapatkan pahala yang banyak. Namun, amalan yang kita lakukan tersebut harus didasari oleh ilmu. Karena ilmu dan amal adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Amal tanpa ilmu itu tidak ada gunanya, sedangkan ilmu tanpa amal itu sia-sia. Dengan mengetahui ilmu dari sebuah amalan, maka kita akan lebih merasa semangat dan teratur dalam melakukan amalan tersebut.  Contohnya, aku pernah mendengar dari seorang ulama, bahwa sholat tarawih adalah ibadah sunnah khusus yang hanya bisa dilakukan di bulan Ramadhan, tapi terkadang ada diantara kita yang meninggalkan sholat ba'diyah isya' untuk melaksanakan sholat tarawih. Padahal jika kita tahu ilmunya, lebih baik sholat ba'diyah isya' terlebih dahulu karena ba'diyah isya' pahalanya lebih besar daripada sholat tarawih. Keduanya memang sama-sama sholat sunnah, tapi jika kita paham ilmunya, tentu kita menginginkan juga yang pahalanya lebi...

Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara seorang penulis dalam menempatkan tokoh utama dan juga dirinya dalam sebuah karya tulis. Pada penulisan cerita, biasanya penulis akan menempatkan tokohnya semenarik mungkin untuk menarik minat pembacanya.  Ada beberapa jenis sudut pandang, salah satunya adalah sudut pandang orang pertama. Pada sudut pandang orang pertama, penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh yang terlibat dalam cerita. Bisa sebagai tokoh/pelaku utama, bisa juga sebagai tokoh/pelaku sampingan. Berikut ini adalah contoh dari penggunaan sudut pandang orang pertama.  - Sudut pandang orang pertama pelaku utama: Peluhku menetes deras. Jantungku berdegup tak karuan. Susah payah ku tahan agar aku tidak menangis. Aku panik! Nasibku di ujung tanduk.  Nah, pada tulisan tersebut terlihat bahwa penulis menceritakan dirinya sendiri sebagai tokoh utama dalam sebuah cerita. Maka jelaslah bahwa tulisan tersebut menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama.  - Sudut pandang orang...

Ketika Kugenggam Handphone

Ketika kugenggam sebuah handphone, maka aku harus siap menghadapi persidangan kelak di hadapan Allah, aku harus siap mempertanggungjawabkan segala yang kuperbuat.  Apa yang kulihat, apa yang kudengar, apa yang kusampaikan, apa yang kutulis, dan apapun yang kuperbuat dengan handphone di tanganku itu... Allah pasti tahu. Malaikat akan mencatat. Dan aku akan dimintai pertanggungjawaban.  Sudah siapkah diriku? Mata ini lebih sering melihat sesuatu yang baik, atau yang buruk? Telinga ini lebih sering mendengar sesuatu yang baik, atau yang buruk? Jari ini lebih sering menyampaikan sesuatu yang baik, atau yang buruk? Yang kulakukan ini bermanfaat ataukah sia-sia?  Astaghfirullah.. sudah berbuat apa saja aku dengan HP ini :') Karena sebuah handphone bisa menjadi penambah pahala, bisa juga menjadi penambah dosa. Kita hanya harus bijak dalam menggunakannya. Kita boleh menggunakan HP asalkan sesuai dengan porsinya dan tidak boleh berlebihan. Karena Allah tidak menyukai orang yang be...

Al-Qur'an Sahabatku, Al-Qur'an Penyemangatku

Gambar
Siang hari. Waktu dimana diri ini rasanya ingin tidur karena sudah lelah dan mengantuk. Namun, kini diriku masih di depan layar laptop, ditemani buku-buku pelajaran dan tugas-tugas yang masih harus kuselesaikan. Suasana rumah yang sedang sunyi seharusnya membuatku semangat dan konsentrasi untuk mengerjakan tugas-tugasku. Namun, nyatanya aku malah bermalas-malasan untuk mengerjakan tugas itu. Akupun kemudian menyalakan murottal Qur'an dari HP-ku untuk kudengarkan. "Supaya nggak sepi-sepi amat, sambil nemenin aku ngerjain tugaslah," pikirku.  Ketika lantunan ayat Qur'an itu terdengar, entah mengapa tiba-tiba diriku seperti tersengat energi baru. Diriku yang tadinya lelah, lemas, dan tak berdaya untuk mengerjakan tugas, tiba-tiba saja mampu duduk tegak dan bersiap untuk mengerjakan tugas-tugas itu. Akhirnya, kunikmati alunan suara ayat-ayat Al-Qur'an itu sambil kuselesaikan tugas-tugasku. Ah, betapa nikmatnyaa, ya Allah..  Ternyata ayat Al-Qur'an mampu membuat di...